ngoro.jombangkab. Bertempat di Balai Desa Banyuarang, 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) SGDs Kelompok 42 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur melaksanakan program kerja Teknologi Tepat Guna (TTG) Dehydrator di Desa Banyuarang dengan judul “Sosialisasi Teknologi Tepat Guna Dehydrator Sederhana Untuk Skala Pertanian Individu,” Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pemanfaatan teknologi pengering sederhana yang dapat digunakan masyarakat dalam mengolah hasil panen maupun surplus hasil pertanian menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 ini diikuti oleh 16 peserta, terdiri dari warga yang antusias serta perangkat Desa Banyuarang.

Dengan arahan Master of Ceremony Hilda Nurhidayah, kegiatan secara resmi dibuka oleh Koordinator Desa Kelompok KKN 42 Desa Banyuarang, Tegar Satria Kirana, dilanjutkan dengan perwakilan dari perangkat Desa Banyuarang yaitu Bapak Sudarsono, yang dalam sambutannya mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN-T dan berharap Dehydrator akan bermanfaat untuk warga Desa Banyuarang.
Kegiatan dimulai dengan materi, Gilang Rahmat Dani, Achmad Fathi, dan Eka Bayu Romadloni kompak memaparkan mengenai prinsip kerja Teknologi Tepat Guna (TTG) Dehydrator serta manfaat penggunaan alat dibandingkan metode pengeringan konvensional yang sangat bergantung pada cuaca serta alat pengering yang dimiliki warga desa yang menggunakan listrik cukup besar untuk penggunaan rumah tangga. Materi yang diberikan juga membahas potensi pengembangan produk olahan kering sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Untuk membuat materi lebih interaktif, pemateri mempersilahkan perwakilan warga untuk melakukan demonstrasi penggunaan TTG Dehydrator yang telah dirancang oleh mahasiswa KKN-T. Dalam sesi ini dijelaskan fungsi tiap komponen alat dan cara penggunaan, agar alat dapat digunakan warga secara mandiri dalam rumah tangga nanti. Suasana kegiatan terlihat lebih hidup saat sesi pertanyaan, warga sangat antusias menanyakan harga pembuatan 1 unit, kapasitas maksimal, serta harga satuan dari tiap komponen. Karena antusiasme dari warga pemateri akan mempersiapkan dan memberikan modul pembuatan Dehydrator demi mendukung warga yang ingin memuat Dehydrator untuk kebutuhan pribadi atau kelompoknya.
Selain sebagai edukasi, program ini juga menjadi bentuk transfer teknologi kepada masyarakat agar mampu mengoperasikan, bahkan mengembangkan alat secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai. Mahasiswa berharap keberadaan TTG Dehydrator dapat dimanfaatkan secara baik oleh keseluruhan masyarakat desa maupun pelaku UMKM dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Sosialisasi yang disampaikan sangat bermanfaat, karena ini adalah hal baru bagi desa yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang umumnya adalah petani. Penyampaian materi juga mudah dicerna dan dimengerti sehingga masyarakat sangat senang serta materi dapat diterima dengan baik,” ujar Bapak Sudarsono
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama seluruh peserta, pemateri, dan tim KKN Kelompok 42 Banyuarang, sebelum diakhiri dengan penyeruan jargon kelompok. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T UPN "Veteran" Jawa Timur berharap Dehydrator ini dapat digunakan warga demi meningkatkan ekonomi warga secara keseluruhan mulai dari warga yang datang dalam sosialisasi.