Ngoro Gaul Banged ( Giat Ulama dan Umara Sambang Desa) kembali digelar di Desa Badang pada 7 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian aktivitas di awal tahun 2026, setelah sebelumnya terakhir dilaksanakan di Desa Pulorejo pada tahun 2025.
Kepala Desa Badang menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk segera memperbaiki KTP yang rusak atau sudah tidak terbaca, guna mempermudah proses administrasi kependudukan dan bantuan pemerintah. Masyarakat juga diimbau untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui ponsel.
Disampaikan pula bahwa penurunan anggaran Dana Desa berdampak pada pembangunan infrastruktur, karena adanya prioritas penanganan stunting dan TBC.
Kepala KUA menyampaikan Program Pohon Lestari bagi calon pengantin. Setiap catin diwajibkan menanam pohon sebagai simbol tanggung jawab dan keberlanjutan. Pohon yang dirawat hingga tumbuh besar akan menjadi sedekah oksigen bagi makhluk hidup. Filosofi ini diharapkan sejalan dengan kehidupan rumah tangga yang harus dirawat dan dipupuk agar harmonis dan langgeng.
Kepala Puskesmas Pulorejo mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap virus Superflu H3N2. Gejalanya dapat terasa hingga tiga kali lebih berat dibanding flu biasa.
Kelompok paling berisiko adalah balita, ibu hamil, dan penderita komorbid. Masyarakat diimbau untuk beristirahat cukup, menjaga asupan makanan dan minuman, serta minum obat sesuai anjuran.
Selain itu, masyarakat diminta untuk terus menerapkan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti menutup mulut saat bersin, menggunakan masker saat sakit, serta rutin mencuci tangan.
Camat Ngoro menyampaikan program pelayanan Cak Ngateso yang mempermudah pengurusan administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, serta perubahan data KK yang rusak, hilang, atau penambahan anggota keluarga. Layanan ini kini dapat diakses di seluruh desa di wilayah Kecamatan Ngoro.
Disampaikan pula bahwa PBB Tahun 2026 akan segera diluncurkan. Mulai 20 Januari, desa akan mencetak SPT, dan pada awal Februari masyarakat sudah dapat melakukan pembayaran. Masyarakat diimbau untuk bijak dan taat membayar pajak, karena hasilnya akan kembali untuk mendukung kemajuan desa.
Ketua MUI menegaskan tiga pilar penting dalam membangun kehidupan beragama dan bermasyarakat yang baik: mengonsumsi makanan yang halal dan baik, bergaul dengan lingkungan yang baik, serta membiasakan sholat berjamaah.
Melalui Ngoro Gaul Banged, diharapkan terbangun sinergi, kesadaran, dan kepedulian masyarakat untuk mewujudkan Kecamatan Ngoro yang lebih baik di tahun 2026.